Rasa Jiwa Nusantara: Merawat Bahasa Rasa, Menguatkan Persatuan

Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPK Indonesia) memperkenalkan Rasa Jiwa Nusantara, proyek eksperimental yang dikembangkan oleh Bidang Kajian Strategis, Inovasi, dan Teknologi (KIT, dibaca: kait) IPK Indonesia. Leksikon digital ini dapat diakses di https://data.ipk.id/leksikon-rasa-jiwa-nusantara. Situs ini menghimpun istilah perasaan, ungkapan batin, dan kearifan budaya dari berbagai masyarakat di Indonesia yang berkaitan dengan pengalaman psikologis dan kesehatan mental.

Rasa Jiwa Nusantara dibangun secara kolaboratif dan dikurasi oleh psikolog klinis anggota IPK Indonesia dari berbagai wilayah. Pengumpulan, pengajuan, penelaahan, dan pengembangan entri dilakukan melalui sistem yang terintegrasi dengan SIMAK NextG. Anggota IPK Indonesia dapat berpartisipasi dalam menghimpun kekayaan bahasa dan budaya dari wilayah masing-masing melalui proses yang tertata dan berkelanjutan.

Masyarakat Indonesia memiliki begitu banyak cara untuk menamai rasa. Sebagian pengalaman batin mudah dijelaskan dalam bahasa Indonesia, sedangkan sebagian lainnya hanya dapat dipahami secara utuh melalui bahasa, kebiasaan, nilai, dan hubungan sosial yang melatarbelakanginya. Satu kata dapat menyimpan cerita tentang kerinduan, ketabahan, rasa malu, penerimaan, kehilangan, kebersamaan, ataupun cara suatu komunitas memaknai kehidupan.

Melalui leksikon ini, masyarakat diajak memahami makna, konteks budaya, dan kaitan berbagai istilah rasa dengan kehidupan sehari-hari. Setiap istilah dipahami sebagai bagian dari kebudayaan tempatnya tumbuh, bukan semata-mata sebagai padanan langsung istilah psikologi modern. Rasa Jiwa Nusantara tidak dimaksudkan sebagai alat diagnosis dan tidak menggantikan konsultasi dengan psikolog klinis atau tenaga kesehatan jiwa lainnya.

Sebagai proyek eksperimental, Rasa Jiwa Nusantara akan terus dievaluasi dan dikembangkan. Masukan dari psikolog klinis, akademisi, ahli dan pegiat bahasa serta budaya, komunitas, dan masyarakat luas diperlukan agar leksikon ini tumbuh secara inklusif, bertanggung jawab, dan bermanfaat.

Pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ini, Rasa Jiwa Nusantara hadir sebagai langkah kecil untuk merawat kekayaan besar bangsa. Dari bahasa, kita belajar mengenali rasa. Dari rasa, kita menumbuhkan empati. Dari empati, kita menguatkan persatuan dan bergerak bersama menuju masyarakat Indonesia yang sehat dan sejahtera secara psikologis.

Tulisan Terkait